Monday, February 15, 2021

SISTEM ALAM ITU TIDAK ADA KONSUMEN YANG DIBAYAR


Dari awal saya enggan bicara hal ini, ya buat apa ribut-ribut, untungnya buat saya juga tidak ada. Namun sebelum banyak korban berjatuhan, sebagai sesama manusia perlu saling mengingatkan. Itu saja latar belakang mengapa saya memilih menuliskannya.

Saya tahu, mungkin di tulisan ini nanti yang mendebat sengit itu ada, tapi tidak apa, saya sekedar mengingatkan, Anda mau percaya, manfaatnya buat Anda sendiri, tidak percaya dan membantah juga silakan, resiko Anda sendiri yang menanggung.

Begini, sistem jual beli alam semesta itu konsumen dapat manfaat, produsen dapat bayaran. Nah kalau konsumen dapat bayaran apa ada sistemnya di alam semesta? Misal Anda ditugasi tidur di hotel tiap malam, lalu tiap bulan Anda dapat gaji seperti karyawan, apa mungkin?

Di alam semesta ini yang dibayar selalu produsen, bisa dibayar karena memroduksi jasa, bisa juga karena memroduksi barang.

Anda memroduksi film, biaya untuk penuhi kebutuhan alat shooting atau biaya menyewanya, ide produksi konten, belum lagi nanti marketing penjualannya, semua harus Anda urusi. Setelah Anda memroduksi film, dan manfaat jasa film diterima konsumen, baru kemudian Anda layak dapat bayaran.

Kalau Anda cuma menonton artinya Anda konsumen, apa di alam semesta ini ada sistem bayaran untuk konsumen? Setahu saya konsumen itu dapat manfaat jasa atau barang.

Mungkin Anda berpikir, "Itu kan menonton iklan? Iklan makin banyak ditonton nanti menarik banyak sponsor."

Lah pengiklan itu pasang iklan agar ditonton apa agar dibeli? Kalau cuma ditonton tapi tidak dibeli, emang sponsor ada duit buat pasang iklan?

Memroduksi video iklan dan memroduksi film itu sama-sama memroduksi video, tapi sasaran penjualannya beda. Kalau film, sasaran jualnya agar ditonton, kalau video iklan, sasaran jualnya agar produknya dibeli, bukan ditonton.

Kalau memroduksi video iklan cuma ditonton doang, tidak pernah dibeli, lalu dari mana duitnya untuk biaya pasang iklan?

Nah kalau menonton dijanjikan terima bayaran, dari mana duitnya buat bayar, kalau penonton itu konsumen, dan sistem alam tidak pernah menyediakan bayaran untuk konsumen.

Satu-satunya jalan untuk bisa bayar konsumen ya dengan menarik iuran dari para konsumen tersebut. 

Dan karena tidak ada jasa yang diperjualkan, tidak ada produksi, karena produksinya "hanya menonton", uang iuran para penonton tersebut tidak mungkin bisa dikembangkan untuk laba.

Satu-satunya jalan yang bisa digunakan ya skema ponzi, yakni uang dari penonton A digunakan dulu untuk bayar penonton B, dan terus gantian, mirip arisan.

Kalau arisan itu bukan bisnis, itu gotong royong. Dalam gotong royong tidak ada biaya yang dipotong untuk bayar admin. Kalau skema ponzi ada uang iuran yang dipotong untuk bayar admin sehingga boro-boro terima laba, tidak berkurang sudah sangat untung.

Laba dari mana, karena di alam semesta ini konsumen itu terima manfaat jasa, produsen itu terima bayaran.

Laba dari sponsor yang pasang iklan. Lah iya, produksi iklan itu agar ditonton apa dibeli?

Gravitasi bumi menarik Anda jatuh ke bawah, tidak ada yang kemudian bisa lepas dari hukum alam ini. Kalau konsumen kemudian terima bayaran, Anda hanya sedang mencoba seperti melawan gravitasi bumi. Mungkinkah?

Saya hanya mengingatkan, mau percaya atau tidak, untung ruginya bukan untuk saya, tapi diri Anda sendiri yang menanggung segala resikonya.

Sekali lagi saya hanya tergerak dengan rasa kemanusiaan, mengingatkan sesama, bukan ada tujuan menyerang siapapun, bahkan di tulisan ini saya sengaja tidak menyebut merk perusahaan tertentu.

Hati-hati ya, tidak ada bayaran diperoleh tanpa jerih payah dan pengorbanan, apalagi bayaran diperoleh dari sekedar menonton.

SISTEM ALAM ITU TIDAK ADA KONSUMEN YANG DIBAYAR

Dari awal saya enggan bicara hal ini, ya buat apa ribut-ribut, untungnya buat saya juga tidak ada. Namun sebelum banyak korban berjatuhan, s...